A. TEORI BASIS EKONOMI
Teori basis ekonomi pada intinya membedakan aktivitas sektor basis dan aktivitas sektor non basis. Aktivitas sektor basis merupakan pertumbuhan sektor basis menentukan pembangunan menyeluruh daerah itu, sedangkan aktivitas sektor non basis merupakan sektor sekunder (city polowing) artinya tergantung perkembangan yang terjadi dari pembangunan menyeluruh itu. Teori basis ekonomi berupaya untuk menemukan aktivitas basis dari suatu wilayah, kemudian meramalkan aktivitas itu dan menganalisis dampak tambahan dari aktivitas tersebut. Basis ekonomi dari sebuah komunitas terdiri atas aktivitas-aktivitas yang
menciptakan pendapatan dan kesempatan kerja sebagai suatu basis dari suatu ekonomi. Semua pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh sektor basis dan tumbuh tidaknya suatu wilayah ditentukan oleh bagaimana kinerja wilayah itu terhadap permintaan akan barang dan jasa dari luar.
Teori basis ekonomi berusaha menjelaskan perubahan-perubahan dalam struktur perekonomian regional dengan menekankan saling berhubungan antar sektor yang terdapat dalam perekonomian regional dan lainya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam hal ini teori basis ekonomi dapat digunakan untuk menentukan sektor-sektor mana yang sebaiknya dikembangkan sesuai dengan spesialisasi sektor di suatu daerah tertentu.
B. PENENTUAN KOMODITAS PERIKANAN BASIS
Salah satu kabupaten yang dapat digunakan untuk menganalisis komoditas perikanan basis adalah di Kabupaten Seram Bagian Barat yang merupakan salah satu wilayah pengembangan sektor perikanan budidaya yang terkonsentrasi pada Kecamatan Waesala, Kairatu Barat dan di khususnya di Kecamatan Seram Barat yakni perairan Teluk Kotania yang terdiri dari kegiatan budidaya rumput laut, ikan kerapu dan ikan kuwe. Hasil produksi perikanan budidaya tersebut perlu diketahui sehingga dapat menentukan komoditas perikanan basis, sehingga akan mampu meningkatkan pendapatan dm kesejahteraan nelayan, serta rnemiliki kontribusi terhadap perekonomian daerah. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis komoditas basis pada sektor perikanan budidaya di Kecamatan Seram Barat dan Kabupaten Seram Bagian Barat yang dapat menjadi sektor kunci pembangunan wilayah. Komoditas yang dijadikan sebagai bahan kajian adalah
rumput laut, karena merupakan salah satu komoditas unggulan Kabupaten Seram Bagian barat. Hal ini dapat dikaji dengan menggunakan teori basis ekonomi dengan analisis perhitungan yang menggunakan formula location quotient (LQ), sehingga dapat melihat apakah benar komoditas rumput laut sebagai salah satu komoditas budidaya unggulan di Kecamatan Seram Barat Kabupaten Seram Bagian Barat.
C. ANALISIS LOCATION QUOTIENT
Teori basis ekonomi pada intinya membedakan aktivitas sektor basis dan aktivitas sektor non basis. Aktivitas sektor basis merupakan pertumbuhan sektor basis menentukan pembangunan menyeluruh daerah itu, sedangkan aktivitas sektor non basis merupakan sektor sekunder (city polowing) artinya tergantung perkembangan yang terjadi dari pembangunan menyeluruh itu. Teori basis ekonomi berupaya untuk menemukan aktivitas basis dari suatu wilayah, kemudian meramalkan aktivitas itu dan menganalisis dampak tambahan dari aktivitas tersebut. Basis ekonomi dari sebuah komunitas terdiri atas aktivitas-aktivitas yang
menciptakan pendapatan dan kesempatan kerja sebagai suatu basis dari suatu ekonomi. Semua pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh sektor basis dan tumbuh tidaknya suatu wilayah ditentukan oleh bagaimana kinerja wilayah itu terhadap permintaan akan barang dan jasa dari luar.
Teori basis ekonomi berusaha menjelaskan perubahan-perubahan dalam struktur perekonomian regional dengan menekankan saling berhubungan antar sektor yang terdapat dalam perekonomian regional dan lainya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam hal ini teori basis ekonomi dapat digunakan untuk menentukan sektor-sektor mana yang sebaiknya dikembangkan sesuai dengan spesialisasi sektor di suatu daerah tertentu.
B. PENENTUAN KOMODITAS PERIKANAN BASIS
Salah satu kabupaten yang dapat digunakan untuk menganalisis komoditas perikanan basis adalah di Kabupaten Seram Bagian Barat yang merupakan salah satu wilayah pengembangan sektor perikanan budidaya yang terkonsentrasi pada Kecamatan Waesala, Kairatu Barat dan di khususnya di Kecamatan Seram Barat yakni perairan Teluk Kotania yang terdiri dari kegiatan budidaya rumput laut, ikan kerapu dan ikan kuwe. Hasil produksi perikanan budidaya tersebut perlu diketahui sehingga dapat menentukan komoditas perikanan basis, sehingga akan mampu meningkatkan pendapatan dm kesejahteraan nelayan, serta rnemiliki kontribusi terhadap perekonomian daerah. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis komoditas basis pada sektor perikanan budidaya di Kecamatan Seram Barat dan Kabupaten Seram Bagian Barat yang dapat menjadi sektor kunci pembangunan wilayah. Komoditas yang dijadikan sebagai bahan kajian adalah
rumput laut, karena merupakan salah satu komoditas unggulan Kabupaten Seram Bagian barat. Hal ini dapat dikaji dengan menggunakan teori basis ekonomi dengan analisis perhitungan yang menggunakan formula location quotient (LQ), sehingga dapat melihat apakah benar komoditas rumput laut sebagai salah satu komoditas budidaya unggulan di Kecamatan Seram Barat Kabupaten Seram Bagian Barat.
C. ANALISIS LOCATION QUOTIENT
Tabel 1. Produksi Perikanan Budidaya di
Kecamatan Seram Barat
|
No
|
Komoditas
|
Produksi
Perikanan Budidaya (ton)
|
Jumlah
|
||||
|
2006
|
2007
|
2008
|
2009
|
2010
|
|||
|
1
|
Rumput laut
|
681,8
|
881,4
|
2101,6
|
2184
|
1900,8
|
7749,6
|
|
2
|
Ikan Kerapu
|
-
|
-
|
1,0
|
1,0
|
7,0
|
9,0
|
|
3
|
Ikan Kuwe
|
-
|
-
|
-
|
-
|
28,8
|
28,8
|
|
Total
|
|
681,8
|
881,4
|
2102,6
|
2185
|
1936,6
|
7787,4
|
Sumber: Data primer 2011
Tabel 2.
Produksi Perikanan Budidaya Kab. Seram Bagian Barat
|
No
|
Komoditas
|
Produksi
Perikanan Budidaya (ton)
|
Jumlah
|
||||
|
2006
|
2007
|
2008
|
2009
|
2010
|
|||
|
1
|
Rumput laut
|
681,8
|
905,4
|
2152
|
2200
|
2020,8
|
7960
|
|
2
|
Ikan Kerapu
|
|
|
1,5
|
1,2
|
9,7
|
12,4
|
|
3
|
Ikan Kuwe
|
-
|
-
|
-
|
-
|
28,8
|
28,8
|
|
Total
|
|
682,5
|
905,4
|
2153,5
|
2201,2
|
2059,3
|
8001,2
|
Sumber: Data primer 2011
Adapun formula dari LQ adalah :
LQ = Xi/Yi Xn/ Yn
Keterangan:
Xi = jumlah produksi budidaya rumput laut pada KecamatanSeram Barat
Yi = jumlah produksi total komoditas budidaya Kecamatan Seram Barat
Xn = jumlah produksi total budidaya rumput laut di Kabupaten Seram Bagian Barat
Yn = jumlah produksi total komoditas budidaya di Kabupaten Seram Bagian Barat
Jika diketahui :
Xi = 7749,6
Yi = 7787,4
Xn = 7960,0
Yn = 8001,2
Maka :
LQ = 7749,6 / 7787,4 7960,0 / 8001,2 = 1,0003
Berdasarkan hasil perhitungan LQ tersebut dapat dianalisis dan disimpulkan
sebagai berikut :
• Jika LQ > 1, merupakan sektor basis, artinya tingkat spesialisasi kecamatan lebih tinggi dari tingkat kabupaten
• Jika LQ = 1 , berarti tingkat spesialisasi kecamatan sama dengan di tingkat kabupaten
• Jika LQ <1, adalah merupakan sektor non basis, yaitu sektor yang tingkat Spesialisasi kecamatan lebih rendah dari tingkat kabupaten.
Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai LQ dari komoditas rumput laut adalah 1,0003. Besaran nilai LQ yang lebih dari 1, ini menunjukan besar derajat spesialisasi konsentrasi dari komoditas rumput laut di wilayah Kecamatan Seram Barat relatif terhadap wilayah Kabupaten Seram Bagian. Dalam aplikasi LQ perolehan komoditas unggulan Kecamatan Seram Barat didasarkan pada aspek jumlah produksi komoditas rumput laut didefenisikan bahwa LQ adalah rasio antara jumlah produksi komoditas rumput laut di Kecamatan Seram Barat terhadap total jumlah produksi komoditas budidaya di kecamatan Seram Barat dengan jumlah produksi komoditas rumput laut di Kabupaten Seram Bagian Barat terhadap total jumlah Produksi komoditas budidaya di Kabupaten Seram Bagian Barat. Komoditas rumput laut dengan nilai LQ > 1, menunjukan bahwa komoditas rumput laut menjadi basis atau sumber pertumbuhan, karena memiliki keunggulan komparatif dan hasilnya tidak saja dapat memenuhi kebutuhan wilayah Kecamatan Seram Barat tetapi juga dapat di eksport ke luar wilayah Kecamatan Seram Barat dan merupakan standar normatif untuk ditetapkan sebagai komoditas unggulan Kecamatan Seram Barat bahkan dapat menjadi komoditas unggulan Kabupaten seram Bagian. Dengan kata lain, semakin tinggi nilai LQ komoditas rumput laut di suatu wilayah menunjukan semakin tinggi pula potensi keunggulan komoditas rumput laut. Kegiatan budidaya komoditas rumput laut membutuhkan waktu penanaman sampai tahap panen ± 45 hari. Hasil produksi komoditas rumput laut sejak tahun 2005 – 2010 pada tingkat pembudidaya dijual pada kisaran harga antara Rp 5000 – Rp 17500. Fluktuasi harga tersebut terjadi karena harga rumput laut masih ditentukan oleh pembeli atau pengusaha rumput laut. Selain itu jarak antara wilayah basis dengan daerah tujuan pengiriman atau eksport membutuhkan biaya yang besar, namun dengan kisaran harga tersebut, tidak menurunkan semangat pembudidaya dalam melakukan kegiatan budidaya rumput laut.
Demikian hasil kajian komoditas perikanan basis di Kecamatan Seram Barat dalam hal ini komoditas unggulan perikanan budidaya yaitu komoditas budidaya rumput laut, dan diharapkan menjadi komoditas unggulan Kabupaten Seram Bagian Barat serta dapat menjadi komoditas unggulan Propinsi Maluku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar