Sabtu, 28 Januari 2012

KAJIAN KOMODITAS PERIKANAN BASIS DI KECAMATAN SERAM BARAT

A.  TEORI BASIS EKONOMI
Teori basis ekonomi pada intinya membedakan aktivitas sektor basis dan aktivitas sektor non basis. Aktivitas sektor basis merupakan pertumbuhan sektor basis menentukan  pembangunan menyeluruh daerah itu, sedangkan aktivitas sektor non basis merupakan sektor sekunder (city polowing) artinya tergantung perkembangan yang terjadi dari pembangunan menyeluruh itu. Teori basis ekonomi berupaya untuk menemukan aktivitas basis  dari suatu wilayah, kemudian meramalkan aktivitas itu dan menganalisis dampak tambahan dari aktivitas tersebut.  Basis ekonomi dari sebuah komunitas terdiri atas aktivitas-aktivitas yang
menciptakan pendapatan dan kesempatan kerja sebagai suatu basis dari suatu ekonomi. Semua pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh sektor basis dan tumbuh tidaknya suatu wilayah  ditentukan oleh bagaimana kinerja wilayah itu terhadap permintaan akan barang dan jasa dari luar. 
Teori basis  ekonomi berusaha menjelaskan perubahan-perubahan dalam  struktur perekonomian regional dengan menekankan saling berhubungan antar sektor yang terdapat dalam perekonomian regional dan lainya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam hal ini teori basis ekonomi dapat digunakan untuk menentukan sektor-sektor mana yang sebaiknya dikembangkan sesuai dengan spesialisasi sektor di  suatu daerah tertentu. 
B.  PENENTUAN KOMODITAS PERIKANAN BASIS
Salah satu kabupaten yang dapat digunakan untuk menganalisis komoditas perikanan basis adalah di Kabupaten Seram Bagian Barat yang merupakan salah satu wilayah  pengembangan sektor perikanan budidaya yang terkonsentrasi pada Kecamatan Waesala, Kairatu Barat dan di khususnya di Kecamatan Seram Barat yakni perairan Teluk Kotania yang terdiri dari kegiatan  budidaya rumput laut,  ikan kerapu dan ikan kuwe. Hasil produksi perikanan budidaya  tersebut  perlu diketahui sehingga dapat menentukan komoditas perikanan basis, sehingga akan mampu meningkatkan pendapatan dm kesejahteraan nelayan, serta rnemiliki kontribusi terhadap perekonomian daerah. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis komoditas basis pada sektor perikanan budidaya di Kecamatan Seram Barat dan Kabupaten Seram Bagian Barat yang dapat menjadi sektor kunci pembangunan wilayah.  Komoditas yang dijadikan sebagai bahan kajian adalah
rumput laut, karena merupakan salah satu komoditas unggulan Kabupaten Seram Bagian barat. Hal ini dapat dikaji dengan menggunakan teori basis ekonomi dengan  analisis perhitungan  yang menggunakan formula  location quotient (LQ), sehingga dapat melihat apakah benar komoditas rumput laut sebagai  salah satu  komoditas  budidaya  unggulan  di Kecamatan Seram Barat Kabupaten Seram Bagian Barat.

C.  ANALISIS LOCATION QUOTIENT

Tabel 1. Produksi Perikanan Budidaya di Kecamatan Seram Barat
No
Komoditas
Produksi Perikanan Budidaya (ton)
Jumlah
2006
2007
2008
2009
2010
1
Rumput laut
681,8
881,4
2101,6
2184
1900,8
7749,6
2
Ikan Kerapu
-
-
1,0
1,0
7,0
9,0
3
Ikan Kuwe
-
-
-
-
28,8
28,8
Total

681,8
881,4
2102,6
2185
1936,6
7787,4
Sumber: Data primer 2011
 
Tabel 2.  Produksi Perikanan Budidaya Kab. Seram Bagian Barat
No
Komoditas
Produksi Perikanan Budidaya (ton)
Jumlah
2006
2007
2008
2009
2010
1
Rumput laut
681,8
905,4
2152
2200
2020,8
7960
2
Ikan Kerapu


1,5
1,2
9,7
12,4
3
Ikan Kuwe
-
-
-
-
28,8
28,8
Total

682,5
905,4
2153,5
2201,2
2059,3
8001,2
Sumber: Data primer 2011

 Adapun formula dari LQ  adalah :
LQ   =   Xi/Yi   Xn/ Yn
Keterangan:
Xi   =  jumlah produksi budidaya rumput laut  pada KecamatanSeram Barat
 Yi  =  jumlah produksi total komoditas budidaya Kecamatan Seram Barat
Xn  =  jumlah produksi total budidaya rumput laut di Kabupaten Seram Bagian Barat
Yn  =  jumlah produksi total komoditas budidaya di Kabupaten Seram Bagian Barat
Jika diketahui :
Xi   =  7749,6 
Yi   =   7787,4
Xn  =   7960,0
Yn  =   8001,2
Maka :
LQ     =   7749,6  / 7787,4  7960,0 / 8001,2 =  1,0003  

Berdasarkan hasil perhitungan LQ tersebut dapat dianalisis dan disimpulkan
sebagai berikut :
• Jika LQ > 1, merupakan sektor basis, artinya tingkat spesialisasi kecamatan lebih tinggi dari tingkat kabupaten
• Jika LQ = 1 , berarti tingkat spesialisasi kecamatan sama dengan di tingkat kabupaten
• Jika LQ <1, adalah merupakan sektor non basis, yaitu sektor yang tingkat Spesialisasi kecamatan lebih rendah dari tingkat kabupaten.
Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai LQ dari  komoditas rumput laut adalah 1,0003.  Besaran nilai LQ  yang lebih dari 1,  ini menunjukan besar derajat  spesialisasi konsentrasi dari komoditas rumput laut di wilayah Kecamatan Seram Barat relatif  terhadap wilayah Kabupaten Seram Bagian.  Dalam aplikasi LQ perolehan komoditas unggulan  Kecamatan Seram Barat  didasarkan pada aspek jumlah produksi  komoditas rumput laut didefenisikan bahwa LQ adalah rasio antara jumlah produksi  komoditas rumput  laut  di Kecamatan Seram Barat terhadap total jumlah produksi komoditas budidaya di kecamatan Seram Barat dengan jumlah produksi  komoditas rumput laut di Kabupaten Seram Bagian Barat  terhadap total jumlah Produksi komoditas budidaya di Kabupaten Seram Bagian Barat. Komoditas rumput laut dengan nilai LQ > 1, menunjukan bahwa komoditas rumput laut menjadi basis atau  sumber  pertumbuhan, karena memiliki keunggulan komparatif  dan hasilnya tidak saja dapat memenuhi kebutuhan wilayah Kecamatan Seram Barat tetapi juga dapat di eksport ke luar wilayah Kecamatan Seram Barat dan merupakan standar normatif untuk ditetapkan sebagai komoditas unggulan Kecamatan Seram Barat bahkan dapat menjadi komoditas unggulan Kabupaten seram Bagian. Dengan kata lain, semakin tinggi nilai LQ komoditas rumput laut di suatu wilayah menunjukan semakin tinggi pula potensi keunggulan komoditas rumput laut.  Kegiatan budidaya komoditas rumput laut membutuhkan waktu penanaman sampai tahap panen  ± 45 hari. Hasil produksi komoditas rumput laut sejak tahun 2005 – 2010 pada tingkat pembudidaya  dijual pada kisaran  harga  antara Rp 5000 – Rp 17500. Fluktuasi harga tersebut terjadi karena harga rumput laut masih ditentukan oleh pembeli atau pengusaha rumput laut. Selain itu jarak antara wilayah basis dengan daerah tujuan pengiriman  atau eksport membutuhkan biaya yang besar, namun dengan kisaran harga tersebut, tidak menurunkan semangat pembudidaya dalam melakukan kegiatan budidaya rumput laut.
Demikian hasil kajian komoditas perikanan basis di Kecamatan Seram Barat dalam hal ini komoditas unggulan perikanan budidaya yaitu komoditas budidaya rumput laut, dan diharapkan menjadi komoditas unggulan Kabupaten Seram Bagian  Barat serta  dapat menjadi komoditas unggulan Propinsi Maluku.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar