I.
PENDAHULUAN
Perairan
Teluk Ambon dengan luas ± 143,5 Km2 dan panjangnya 30 Km terdiri
dari dua bagian yaitu Teluk Ambon Bagian Dalam dan Teluk Ambon Bagian Luar,
keduanya dipisahkan oleh celah yang sangat sempit dan dangkal. Teluk Ambon Bagian
Dalam relatif sempit, dangkal dan banyak dipengaruhi oleh aliran sungai
sedangkan Teluk Ambon Bagian Luar lebih luas, dalam dan berhubungan langsung
dengan pulau Banda. Ekosistem pesisir Teluk Ambon
merupakan ekosistem yang dinamis dan mempunyai kekayaan habitat yang beragam,
di darat maupun di laut serta saling berinteraksi antara habitat tersebut,
mempunyai potensi yang besar dan paling mudah terkena dampak kegiatan manusia. Ekosistem pada Teluk Ambon terdiri
dari ekosistem mangrove, terumbu karang, padang lamun, rumput laut dan
sebagainya.
Tujuan pengelolaan Teluk Ambon adalah
mengatasi konflik pemanfaatan ruang wilayah pesisir dan laut untuk pembangunan
berkelanjutan yang dilakukan dengan koordinasi yang melibatkan sektor-sektor
pemerintah dan non pemerintah yang mana
memiliki tugas pokok dan fungsi masing-masing.
Interaksi wilayah
pesisir dan laut mempengaruhi kondisi sumberdaya dan lingkungan di wilayah
tersebut melalui aktifitasnya yang dilakukan baik di daratan, wilayah perairan
pesisir maupun wilayah laut. Sebagai agen yang baik dan aktif, peranan manusia
sangatlah penting dalam menentukan keseimbangan interaksi antara berbagai
kekuatan asal daratan maupun lautan. Peranan manusia tercermin dari pengelolaan
wilayah pesisir dan lautan yang dilakukan. Adanya
perbedaan kepentingan yang cenderung menjurus ke konflik kepentingan antar
sektoral dan stake-holders lainnya. Konflik kepentingan ini tidak hanya
terjadi antar sektoral dalam pemerintahan tetapi juga dengan masyarakat
setempat dan pihak
swasta.
Berkenaan dengan hal
tersebut diatas maka perlu adanya pendekatan terpadu dalam pengelolaan wilayah
pesisir dan lautan, baik dari segi keterpaduan disiplin ilmu yang
multidisiplin, kegiatan kemaritiman yang arahan dan tujuan lebih ditekankan
kepada kegiatan sektoral barlandaskan konsep kedaulatan kebaharian yang menjamin terhindarnya konflik dan permasalahan tersebut yaitu
konsep pengelolaan pesisir dan lautan terpadu.
II.
TUJUAN PENULISAN
Tujuan penulisan ini adalah untuk
mengobservasi terhadap tipologi dan interaksi pemanfaatan pesisir dan laut di
wilayah pesisir dan laut Pasar Lama.
III.
METODOLOGI
1.
Lokasi
Pengambilan Data
Observasi
lapangan terhadap tipologi dan interaksi pemanfaatan pesisir dan laut dilakukan
pada Teluk Ambon Bagian Luar yaitu wilayah pesisir dan laut Pasar Lama dengan
batasan dari pelabuhan Yos Sudarso sampai dengan jembatan Waitomu mardika.
2.
Metode
Pengambilan Data
Pengambilan data tipologi dan interaksi
pemanfaatan pesisir dan laut melalui observasi lapangan atau pengamatan lapangan.
IV.
INTERAKSI
PEMANFAATAN PESISIR DAN LAUT
Berdasarkan hasil
pengamatan di wilayah pesisir dan laut Pasar lama diperoleh tipologi dan
interaksi pemanfaatan pesisir dan laut, dapat dilihat pada Gambar 1.
Navigasi
dan
|
Pelabuhan Speed
|
|||||||||||||||||
Komunikasi
|
Pelabuhan Motor
|
√
|
||||||||||||||||
Jalur Transportasi
|
√
|
√
|
||||||||||||||||
Jalur Pelayaran
|
√
|
√
|
√
|
|||||||||||||||
Pemanfaatan SD Pesisir dan Laut
|
Penangkapan ikan
|
▲
|
▲
|
▲
|
▲
|
|||||||||||||
Penanganan Pantai
|
Perlindungan Struktur Pantai
|
○
|
○
|
○
|
○
|
○
|
||||||||||||
Infrastruktur
|
Pasar
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
●
|
|||||||||||
Pemukiman
|
●
|
●
|
√
|
√
|
●
|
●
|
√
|
|||||||||||
Bank
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
●
|
√
|
√
|
||||||||||
Wisata dan
Rekreasi
|
Hotel
|
√
|
●
|
√
|
√
|
●
|
√
|
√
|
√
|
√
|
||||||||
Rumah Makan/cafe
|
√
|
√
|
√
|
√
|
●
|
×
|
√
|
√
|
√
|
√
|
||||||||
Pemanfaatan Estetika non Konsumtif
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
○
|
○
|
√
|
√
|
||||||||
Aktivitas Militer
|
Militer
|
○
|
○
|
√
|
√
|
○
|
√
|
○
|
○
|
○
|
○
|
○
|
○
|
|||||
SPBU
|
SPBU
|
√
|
√
|
√
|
√
|
●
|
●
|
√
|
√
|
√
|
√
|
○
|
√
|
|||||
Sampah dan Sumber Polusi
|
Sampah
|
□
|
□
|
□
|
□
|
▲
|
□
|
▲
|
▲
|
□
|
▲
|
□
|
□
|
□
|
□
|
|||
Polusi perairan
|
□
|
□
|
□
|
□
|
▲
|
□
|
▲
|
▲
|
□
|
▲
|
□
|
□
|
□
|
□
|
||||
Pelabuhan Speed
|
Pelabuhan Motor Laut
|
Jalur Transportasi
|
Jalur Pelayaran
|
Penangkapan ikan
|
Perlindungan Struktur Pantai
|
Pasar
|
Pemukiman
|
Bank
|
Hotel
|
Rumah Makan/cafe
|
Pemanfaatan Estetika non Konsumtif
|
Militer
|
SPBU
|
Sampah
|
Polusi Perairan
|
|||
Navigasi dan
|
Pemanfaatan SD Pesisir dan Laut
|
Penanganan Pantai
|
Infrastruktur
|
Wisata dan
|
Aktivitas Militer
|
SPBU
|
Sampah dan
Sumber Polusi
|
|||||||||||
Komunikasi
|
Rekreasi
|
|||||||||||||||||
Gambar 1. Interaksi
Pemanfaatan pesisir dan Laut
Interaksi
|
▲
|
Konflik
|
|||
X
|
1 menguntungkan dan 1 merugikan
|
||||
■
|
Merugikan I
|
||||
□
|
Merugikan J
|
||||
√
|
Saling menguntungkan
|
||||
●
|
Menguntungkan I
|
||||
○
|
Menguntungkan J
|
||||
Hasil
Pengamatan terhadap tipologi pemanfaatan pesisir dan laut pada wilayah pesisir
dan laut Pasar Lama adalah :
- Navigasi dan komunikasi (Pelabuhan Speed, Pelabuhan motor Laut, Jalur transportasi, Jalur pelayaran
- Pemanfaatan sumberdaya pesisir dan laut (penangkapan ikan).
- Penanganan pantai (perlindungan struktur pantai).
- Infrastruktur (Pasar, Pemukiman, Bank).
- Rekreasi dan wisata (Hotel, Rumah makan, pemanfaatan estetika non konsumtif).
- Aktivitas militer (kawasan khusus militer).
- SPBU
- Sampah dan sumber polusi (sampah, polusi).
Interaksi Pemanfaatan pesisir dan laut
di pesisir dan laut Pasar Lama antara kegiatan pembangunan dapat dilihat pada
Gambar 1 yaitu :
Ø
Interaksi yang
menyebabkan adanya konflik(▲) :
- Pemanfaatan sumberdaya pesisir dan laut dengan navigasi dan komunikasi (penangkapan ikan mengganggu aktivitas pelabuhan speed, pelabuhan motor laut, jalur transportasi, jalur pelayaran dan sebaliknya).
- Sampah, sumber polusi dengan pemanfaatan sumberdaya pesisir dan laut (sampah, sumber polusi dengan penangkapan ikan).
- Sampah, sumber polusi dengan infrastruktur (sampah, sumber polusi dengan pasar, pemukiman).
- Sampah, sumber polusi dengan wisata, rekreasi (sampah, sumber polusi dengan hotel).
Ø
Interaksi yang
menyebabkan satu menguntungkan tapi merugikan yang lain (×):
- Wisata, rekreasi dengan penanganan pantai (menguntungkan rumah makan di sempadang pantai sedangkan menimbulkan kerusakan perlindungan struktur pantai).
Ø
Interaksi yang
merugikan I (■) : interaksi yang merugikan I tidak terlihat
dalam gambar 1.
Ø
Interaksi
yang merugikan J (□) :
- Sampah, sumber polusi dengan navigasi dan komunikasi (pelabuhan speed, pelabuhan motor laut, jalur transportasi, jalur pelayaran terganggu dengan adanya sampah,
- Sampah, sumber polusi dengan penanganan pantai (perlindungan struktur pantai dirugikan oleh adanya sampah, polusi).
- Sampah, sumber polusi dengan infrastruktur (bank, rumah makan/cafe terganggu dengan adanya sampah, sumber polusi).
- Sampah, sumber polusi dengan wisata, rekreasi (pemanfaatan estetika non konsumtif terganggu dengan adanya sampah, polusi).
- Sampah, sumber polusi dengan aktivitas militer (militer terganggu dengan adanya sampah, polusi).
- Sampah, sumber polusi dengan SPBU (SPBU terganggu dengan adanya sampah, polusi).
Ø
Interaksi
yang saling menguntungkan antara I dan J (√) :
- Navigasi dan komunikasi dengan navigasi dan komunikasi
- (saling menguntungkan antara pelabuhan motor laut dengan pelabuhan speed, saling menguntungkan antara jalur transportasi dengan pelabuhan speed, pelabuhan motor laut, saling menguntungkan antara jalur pelayaran dengan pelabuhan speed, pelabuhan motor, jalur transportasi).
- Infrastruktur dengan navigasi dan komunikasi (saling menguntungkan antara pasar, bank dengan pelabuhan speed, pelabuhan motor, jalur transpotasi, jalur pelayaran).
- Infrastruktur dengan pemanfaatan sumberdaya pesisir dan laut (saling menguntungkan antara pasar, bank dengan penangkapan ikan).
- Infrastruktur dengan navigasi dan komunikasi (saling menguntungkan antara pemukiman dengan jalur transportasi, jalur pelayaran).
- Infrastruktur dengan infrastruktur (saling menguntungkan antara pemukiman dengan pasar, saling menguntungkan antara bank dengan pasar, pemukiman)
- Wisata, rekreasi dengan navigasi dan komunikasi (saling menguntungkan antara hotel dengan pelabuhan speed, jalur transportasi, jalur pelayaran, saling menguntungkan antara rumah makan/cafe dengan pelabuhan speed, pelabuhan motor laut, jalur transportasi, jalur pelayaran, saling menguntungkan antara pemanfaatan estetika non konsumtif dengan pelabuhan speed, pelabuhan motor laut, jalur transportasi, jalur pelayaran).
- Wisata, rekreasi dengan infrastruktur (saling menguntungkan hotel, rumah makan/cafe dengan pasar, pemukiman, bank).
- Wisata, rekreasi dengan wisata rekreasi (saling menguntungkan antara rumah makan/cafe dengan hotel, saling menguntungkan antara pemanfaatan estetika non konsumtif dengan hotel, cafe).
- Aktivitas militer dengan navigasi dan komunikasi (saling menguntungkan antara militer dengan jalur transportasi, jalur pelayaran).
- Aktivitas militer dengan penanganan pantai (saling menguntungkan antara militer dengan perlindungan struktur pantai).
- SPBU dengan navigasi dan komunikasi (saling menguntungkan antara SPBU dengan pelabuhan speed, pelabuhan motor, jalur transportasi, jalur pelayaran).
- Wisata, rekreasi dengan penanganan pantai (saling menguntungkan antara hotel, pemanfaatan estetika non konsumtif dengan penanganan struktur pantai).
- Infrastruktur dengan infrastruktur (saling menguntungkan antara pemukiman, bank dengan pasar, saling menguntungkan antara bank dengan pemukiman).
- SPBU dengan infrastruktur (saling menguntungkan antara SPBU dengan pasar, pemukiman, bank).
- SPBU dengan wisata, rekreasi (Saling menguntungkan antara SPBU dengan hotel).
- SPBU dengan aktivitas militer (saling menguntungkan antara SPBU dengan militer).
Ø
Interaksi
yang menguntungkan I (●) :
- Infrastruktur dengan navigasi dan komunikasi (pelabuhan speed, pelabuhan motor menguntungkan pemukiman).
- Wisata, rekreasi dengan navigasi dan komunikasi (pelabuhan motor laut menguntungkan hotel).
- Infrastruktur dengan pemanfaatan sumberdaya pesisir dan laut ( penangkapan ikan menguntungkan pemukiman, bank).
- Wisata, rekreasi dengan pemanfaatan sumberdaya pesisir dan laut (penangkapan ikan menguntungkan hotel,rumah makan/cafe).
- Infrastruktur dengan penanganan pantai (perlindungan struktur pantai menguntungkan pasar, pemukiman, bank).
- SPBU dengan pemanfaatan sumberdaya pesisir dan laut ( penangkapan ikan menguntungkan SPBU).
- SPBU dengan penanganan pantai (perlindungan struktur pantai menguntungkan SPBU).
Ø
Interaksi
yang menguntungkan J (○) :
- Wisata, rekreasi dengan infrastruktur (pemanfaatan estetika non konsumtif menguntungkan pemukiman, bank).
- Penanganan pantai dengan navigasi dan komunikasi (perlindungan struktur pantai menguntungkan pelabuhan speed, pelabuhan motor laut, jalur transportasi, jalur pelayaran).
- Penanganan pantai dengan pemanfaatan sumberdaya pesisir dan laut (perlindungan struktur pantai menguntungkan penangkapan ikan).
- Aktivitas militer dengan navigasi dan komunikasi (militer menguntungkan pelabuhan speed, pelabuhan motor laut dalam hal memberikan keamanan).
- Aktivitas militer dengan pemanfaatan sumberdaya pesisir dan laut (militer menguntungkan penangkapan ikan dalam hal keamanan).
- Aktivitas militer dengan infrastruktur (militer menguntungkan pasar, pemukiman, bank dalam hal memberikan keamanan).
- Aktivitas militer dengan wisata, rekreasi (militer menguntungkan hotel, rumah makan/cafe, pemanfaatan estetika non konsumtif dalam hal memberikan keamanan).
V.
KESIMPULAN
Berdasarkan
pengamatan terhadap tipologi dan interaksi pemanfaatan pesisir dan laut di
wilayah pesisir dan laut Pasar Lama dapat disimpulkan bahwa ada 8 (delapan)
tipologi pemanfaatan yaitu navigasi dan
komunikasi (Pelabuhan Speed, Pelabuhan motor Laut, Jalur transportasi, Jalur
pelayaran), pemanfaatan sumberdaya pesisir dan laut (penangkapan ikan), penanganan
pantai (perlindungan struktur pantai), infrastruktur (Pasar, Pemukiman, Bank),
rekreasi dan wisata (Hotel, Rumah makan,
pemanfaatan estetika non konsumtif), aktivitas militer (kawasan khusus militer),
SPBU, sampah dan sumber polusi (sampah, polusi).
Referensi :
1. Cicin-Sain, B. and Knecht, R.W., 1998. Integrated Coastal and
Ocean Management. Concepts and Practices. Island Press,
Washington D.C..
Ocean Management. Concepts and Practices. Island Press,
Washington D.C..